ArtikelPendidikan

ASAL USUL BANGSA ARAB DAN PERKEMBANGAN BAHASA ARAB

Bangsa Arab merupakan bangsa yang mendiami wilayah Jazirah Arab. Bangsa ini merupakan bangsa tertua yang silsilahnya bisa di pelajari hingga Nabi Adam as. Studi yang dilakukan oleh Louis Awad tentang Bangsa Arab menuwai kontroversi dikarenakan adanya penyimpangan sejarah Bangsa Arab. Tidak ada bukti empiris dan tekstual yang relavan dengan pemikiran Louis Awad yang menegaskan bahwa Bangsa Arab merupakan bangsa Indo-Eropa yang datang ke Jazirah Arab. 

Bangsa Arab mengalami pengasingan pada masa Nabi Nuh as. yang diceritakan dalam Al-qur’an “…”Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir”.” (QS. Hud: 42). Bangsa semit merupakan keturunan Nabi Nuh as. tidak bisa dipungkiri jika asal-usul Bangsa Arab adalah keturunan Nabi Adam as. Fakta ini menjelaskan bahwa pemahaman Louis Awad tentang bangsa Arab satu rumpun dengan bangsa Indo-Eropa terdapat kekeliruan. 

Bahasa Arab adalah alat komunikasi yang sudah digunakan oleh Nabi Adam as. sejak berada di syurga. Allah menerangkan dalam Al-Quran bahwa Nabi Adam berdialog dengan para malaikat tentang nama-nama benda, difirmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 31. Sebagai bahasa pertama manusia, bahasa Arab memiliki nilai sastra yang tinggi serta kaya akan lafaz dan makna yang terkandung. Al-Quran diturunakan dengan menggunakan bahasa Arab, inilah keistiewaan bahasa Arab.

Bangsa Arab terus berkembang membentuk bangsa baru di wilayah yang memenuhi kebutuhan hidup. Jumlah manusia yang terus bertambah dan menipisnya kebutuhan dari alam mengharuskan sebagian bangsa Arab bermigrasi ke berbagai wilayah seperti ke wilayah Asia, Afrika, membentuk bangsa Mesir, bangsa Persia, juga bangsa Melayu. Bangsa tersebut menetap dan memiliki bahasa yang penyerapan dari bahasa Arab. Hal ini terjadi adanya kebiasaan masyarakat yang berinteraksi seperti kebiasan masyarakat berdagang, pemerintahan serta berperang.

Sifat fanatisme dan rasisme yang ditunjukkan oleh Louis Awad mengambarkan kebencian terhadap para ulama dan penggunaan bahasa Arab. Ini menunjukkan bahwa Louis Awad tidak mengakui keistimewaan bahasa Arab sebagaimana kebanggaan Umat Islam terhadap bahasa Arab tersebut.

Artikel Refleksi dari jurnal:

1.  Musda Asmara, Asal-Usul Bangsa Arab; Studi Kritis atas Pemikiran Louis Awad, (Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan. Vol 1. No 2. 2016)2.  Zaenal Abidin & Andi Satrianingsih, Perkembangan dan Masa Depan Bahasa Arab, (Jurnal Diwan Vol 3. Nomor 2. 2017)

Similar Posts